Selasa, 28 Mei 2013

METODE EKSPERIMEN

MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN
“METODE EKSPERIMEN”

Dosen Pengampu :
Drs.AHMAD SURIANSYAH, M.Pd, Ph.D

Disusun Oleh :
Kelas VI A
1.      AZWAR UKHTARI   A1E310211
2.      HENDRI                       A1E310230   



KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
BANJARMASIN
2013

BAB I
PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah  usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan  proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU RI No.  20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 1) 
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik.  (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2002 : 263) 
Salah satu masalah yang sering luput dalam pendidikan adalah penerapan sebuah model dan metode pembelajaran inovatif di sekolah yang mana tertuju pada masalah-masalah yang dihadapi guru di sekolah dalam mengajar. Dalam menerapkan suatu model dan metode pembelajaran baru, guru berhadapan dengan sejumlah masalah yang bersumber dari keadaan pribadi guru dan keadaan lingkungan sekolah. Seorang guru yang telah lama mengajar mengalami kesulitan dalam mempelajari maupun dalam menerapkan model dan metode pembelajaran baru karena mereka telah terbiasa dengan cara pembelajaran yang digunakan sebelumnya. Lingkungan sekolah yang meliputi terbatasnya waktu efektif pembelajaran di kelas, terbatasnya fasilitas pembelajaran yang tersedia, dan jumlah siswa perkelas yang terlalu banyak, membuat guru tidak berdaya dan harus memilih cara pembelajaran yang paling efisien tanpa memperhatikan proses belajar siswa. Oleh karena itu, kegagalan penerapan sebuah model pembelajaran sering bukan disebabkan oleh ketidaksesuaian model tersebut, melainkan karena model tersebut belum diterapkan dengan baik sesuai dengan lingkungan pembelajaran yang dituntut dalam model.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Di sisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat memengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Menurut Supriyadi (1995:56), untuk mencapai tujuan pengajaran diperlukan penggunaan metode pembelajaran yang optimal. Hal ini berarti bahwa untuk mencapai kualitas pengajaran yang tinggi setiap mata pelajaran harus diorganisasikan dengan metode pembelajaran yang tepat dan selanjutnya disampaikan kepada siswa dengan metode yang tepat pula. Metode pembelajaran yang membuat siswa aktif  bekerja sama dalam proses pembelajaran baik secara emosional maupun sosial hendaknya terus dikembangkan dan diarahkan dengan sedemikian rupa sehingga siswa lebih aktif dan mampu mencapai hasil belajar yang optimal.
Akhir-akhir ini banyak sekali terdapat berbagai inovasi model dan metode pembelajaran yang dikembangkan oleh para pakar pendidikan. Namun demikian, peningkatan kualitas pembelajaran tidak tampak meningkat secara signifikan. Hampir setiap pengembangan atau pengenalan model dan metode pembelajaran baru diawali oleh dua argumentasi yang menyatakan bahwa rendahnya mutu pembelajaran disebabkan oleh guru umumnya masih menggunakan model “konvensional” dalam pembelajaran dan  bahwa model dan metode pembelajaran yang diperkenalkan atau dikembangkan mempunyai keunggukan-keunggulan komparatif dibandingkan dengan model “konvensional.” Di pihak lain, model pembelajaran yang dinyatakan “konvensional” tidak terdefinisikan dengan jelas. Hal tersebut memberi indikasi bahwa ada kesenjangan antara gagasan teoritis sebuah model pembelajaran dengan realita pelaksanaan pembelajaran di sekolah.
Pada dasarnya guru adalah seorang pendidik. Pendidik adalah orang dewasa dengan segala kemampuan yang dimilikinya untuk dapat mengubah psikis dan pola pikir anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu serta mendewasakan anak didiknya. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah dengan mengajar di kelas. Salah satu yang paling penting adalah performance guru di kelas. Bagaimana seorang guru dapat menguasai keadaan kelas sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan. Dengan demikian guru harus menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didiknya.
Pemilihan Model dan metode pembelajaran yang akan digunakan sangat berpengaruh terhadap tingkat keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu maka pemilihan model pembelajaran harus dilakukan secara teliti dan benar-benar tepat agar tidak menjadi bertentangan dengan tujuan yang hendak dicapai. Harus diakui bahwa guru perlu mempelajari dan melatih diri terlebih dahulu dalam penggunaan
Berdasarkan uraian di atas, dari sekian model dan metode pembelajaran, dalam makalah ini penulis sampaikan salah satu contoh metode pembelajaran yaitu Metode Eksperimen.
    B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka rumusan masalah tersebut dapat saja dikhususkan lebih spesifik sebagai berikut :
1.      Apa yang dimaksud dengan Metode Pembelajaran ?
2.      Apa yang dimaksud dengan Metode Pembelajaran Ekperimen ?
3.      Bagaimana langkah-langkah dari Metode Pembelajaran Eksperimen ?
4.      Apa kelebihan dan kekurangan dari Metode Pembelajaran Eksperimen?
5.      Bagaimana cara mengatasi kelemahan Metode Pembelajaran Eksperimen?
6.      Karakteristik Metode Pembelajaran Eksperimen?

     C.    Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Mengetahui Pengertian dari Metode Pembelajaran.
2.      Mengetahui Pengertian dari Metode Pembelajaran Eksperimen.
3.      Mengetahui langkah-langkah dari Metode Pembelajaran Eksperimen.
4.      Memahami kelebihan dan kekurangan dari Metode Pembelajaran Eksperimen.
5.      Memahami cara mengatasi kelemahan Metode Pembelajaran Eksperimen?
6.      Memahami karakteristik Metode Pembelajaran Eksperimen

BAB II
PEMBAHASAN 
    A.    Pengertian Metode Pembelajaran
Secara etimologis, metode berasal dari kata 'met' dan 'hodes' yang berarti melalui. Sedangkan istilah metode adalah jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Sehingga 2 hal penting yang terdapat dalam sebuah metode adalah : cara melakukan sesuatu dan rencana dalam pelaksanaan.Menurut Sudjana ( 1989 : 30 ) yang termasuk dalam komponen pembelajaran adalah “ tujuan, bahan, metode dan alat serta penilaian “Metode mengajar yang digunakan guru hampir tidak ada yang sisa-sia, karena metode tersebut mendatangkan hasil dalam waktu dekat atau dalam waktu yang relatif lama. Hasil yang dirasakan dalam waktu dekat dikatakan seabagi dampak langsung (Instructional effect) sedangkan hasil yang dirasakan dalam waktu yang reltif lama disebut dampak pengiring (nurturant effect) biasanya bekenaan dengan sikap dan nilai. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000,194).
Menurut Nana Sudjana (2005: 76) metode pembelajaran adalah, “Metode pembelajaran ialah cara yang dipergunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran”. Sedangkan M. Sobri Sutikno (2009: 88) menyatakan, “Metode pembelajaran adalah cara-cara menyajikan materi pelajaran yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses pembelajaran pada diri siswa dalam upaya untuk mencapai tujuan”.
Berdasarkan definisi / pengertian metode pembelajaran yang dikemukakan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan. Benny A. Pribadi (2009: 11) menyatakan, “tujuan proses pembelajaran adalah agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik”.
Dalam kegiatan belajar mengajar seorang guru tidak harus terpaku dalam menggunakan berbagai metode (variasi metode) agar proses belajar mengajar atau pengajaran berjalan tidak membosankan, tetapi bagaimana memikat perhatian anak didik. Namun di sisi lain  penggunaan berbagai metode akan sulit membawa keberuntungan atau manfaat dalam kegiatan belajar mengajar, bila penggunaannya tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang mendukungnya, serta kondisi psikologi anak didik. Maka dari itu disini guru di tuntut untuk pandai-pandai dalam memilih metode yang tepat, (Syaiful Bahri, D. 2002).

   B.     Pengertian Metode Pembelajaran Eksperimen
Sering juga disebut sebagai model pembelajaran percobaan. Model pembelajaran ini merupakan model pembelajaran dengan metode pemberian kesempatan kepada para peserta didik perorangan atau kelompok untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Model pembelajaran ini menggunakan alat tertentu dan dilakukan lebih dari 1x.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah (1995) metode eksperimen adalah cara penyajian pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Kemudian Mulyani Sumantri, dkk (1999) mengatakan bahwa metode eksperimen diartikan sebagai cara belajara mengajar yang melibatkan siswa dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan. Menurut Roestiyah (2001:80) Metode eksperimen adalah suatu cara mengajar, di mana siswa melakukan suatu percobaan tentang sesuatu hal, mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Menurut Schoenherr (1996) yang dikutip oleh Palendeng (2003:81) metode eksperimen adalah metode yang sesuai untuk pembelajaran sains, karena metode eksprimen mampu memberikan kondisi belajar yang dapat mengembangkan kemampuan berfikir dan kreativitas secara optimal. Siswa diberi kesempatan untuk menyusun sendiri konsep-konsep dalam struktur kognitifnya, selanjutnya dapat diaplikasikan dalam kehidupannya.
Metode Eksperimen menurut Al-farisi (2005:2) adalah metode yang bertitik tolak dari suatu masalah yang hendak dipecahkan dan dalam prosedur kerjanya berpegang pada prinsip metode ilmiah.
Eksperimen adalah Metode atau cara di mana guru dan murid bersama-sama mengerjakan sesuatu latihan atau percobaan untuk mengetahui pengaruh atau akibat dari sesuatu aksi.
Sedangkan menurut Ramayulis, dalam bukunya “Metodologi pendidikan agama Islam” mendefinisikan bahwa Metode Eksperimen ialah suatu metode mengajar yang di lakukan murid untuk melakuka percobaan-percobaan pada mata pelajaran tertentu.
Sedangkan menurut Zakiyah Daradjat tidak memberikan pengertian jelas, ia hanya mengatakan bahwa Metode Eksperimen adalah metode percobaan yang biasanya di lakuka dalam mata pelajaran tertentu.
Karena kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan; maka segala sesuatu memerlukan eksperimentasi. Begitu juga dalam cara mengajar guru di kelas digunakan teknik eksperimen. Yang dimaksud adalah salah satu cara mengajar, di mana siswa melakukan sesuatu percobaan tentang sesuatu hal; mengamati prosesnya serta menuliskan hasil percobaannya, kemudian hasil pengamatan itu disampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
Penggunaan teknik ini mempunyai tujuan agar siswa mampu mencari dan menemukan sendiri berbagai jawaban atau persoalan-persoalan yang dihadapinya dengan mengadakan percobaan sendiri. Juga siswa dapat terlatih dalam cara berfikir yang ilmiah. Dengan eksperimn siswa menemukan bukti kebenaran dari teori sesuatu yang sedang dipelajarinya.
Metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pelajaran, di mana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajar. (Syaiful Bahri Djamarah & Azwan Zain, Strategi Belajar, h. 84.) Dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode eksperimen, siswa diiberikan kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti proses, mengamati objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan tentang suatu permasalahan terkait materi yang diberikan. Peran guru sangat penting pada metode eksperimen, khususnya dalam ketelitiandan kecermatan sehingga tidak terjadi kekeliruan dan kesalahan memaknai kegiatan eksperimen dalam kegiatan pembelajaran. Pemahaman siswa akan lebih kuat dan mendalam jika siswa diberikan kesempatan untuk mengalami secara langsung dalam suatu proses, analisis dan pengambilan kesimpulan terhadap suatu masalah. Hal ini akan menimbulkan kepercayaan pada siswa bahwa yang dipelajari merupakan suatu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembelajaran matematika dikatakan ilmu pasti, yang artinya bahwa setiap pernyataan dalam matematika dapat dibuktikan secara analitis dan logis. Mengingst hal tersebut maka metode eksperimen sangat dibutuhkan dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi-materi yang membutuhkan keterlibatan siswa secara langsung, misalnya materi Peluang, Konsep bilangan, dan Bangun-bangun geometri.
C.    Langkah-langkah Metode Pembelajaran Eksperimen
Pembelajaran dengan metode eksperimen menurut Palendeng (2003:82) meliputi tahap-tahap sebagai berikut :
1)      Percobaan awal, Pembelajaran diawali dengan melakukan percobaan yang didemonstrasikan guru atau dengan mengamati fenomena alam. Demonstrasi ini menampilkan masalah-masalah yang berkaitan dengan materi fisika yang akan dipelajari.
2)      Pengamatan merupakan kegiatan siswa saat guru melakukan percobaan. Siswa diharapkan untuk mengamati dan mencatat peristiwa tersebut.
3)      Hipoteis awal, siswa dapat merumuskan hipotesis sementara berdasarkan hasil pengamatannya.
4)      Verifikasi , kegiatan untuk membuktikan kebenaran dari dugaan awal yang telah dirumuskan dan dilakukan melalui kerja kelompok. Siswa diharapkan merumuskan hasil percobaan dan membuat kesimpulan, selanjutnya dapat dilaporkan hasilnya. Aplikasi konsep , setelah siswa merumuskan dan menemukan konsep, hasilnya diaplikasikan dalam kehidupannya. Kegiatan ini merupakan pemantapan konsep yang telah dipelajari.
5)      Evaluasi, merupakan kegiatan akhir setelah selesai satu konsep.
Penerapan pembelajaran dengan metode eksperimen akan membantu siswa untuk memahami konsep. Pemahaman konsep dapat diketahui apabila siswa mampu mengutarakan secara lisan, tulisan, , maupun aplikasi dalam kehidupannya. Dengan kata lain , siswa memiliki kemampuan untuk menjelaskan, menyebutkan, memberikan contoh, dan menerapkan konsep terkait dengan pokok bahasan.

    D.    Kelebihan dan Kekurangan Metode Pembelajaran Eksperimen
a ) Kelebihan Metode Pembelajaran Eksperimen :
1)      Siswa aktif mengalami sendiri.
2)      Siswa dapat membuktikan teori - teori yang pernah diterirna.
3)      Mendapatkan kesempatan melakukan langkah - langkah berpikir iImiah.
4)      Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
5)      Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
6)      Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
7)      Anak didik memperoleh pengalaman dan keterampilan dalam melakukan eksperimen
8)      Siswa terlibat aktif mengumpulkan fakta dan informasi yang diperlukan untuk percobaan.
9)      Dapat menggunakan dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berfikir ilmiah
10)  Dapat memperkaya pengalaman dan berpikir siswa dengan hal-hal yang bersifat objektif, realitas dan menghilangkan verbalisme

Menurut Roestiyah (2001:81), kelebihan metode eksperimen adalah sebagai berikut:
1)            Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
2)            Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi.
3)            Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaan yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.

b)   Kekurangan Metode Pembelajaran Eksperimen :
1)      Akan kurang berhasil apabila alat-alat yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan siswa.
2)      Kemungkinan tidak membawa hasil yang diharapkan bila siswa belum cukup pengalarnan.
3)      Kadang - kadang ada eksperimen yang memerlukan waktu panjang sehingga tidak praktis dilaksanakan di sekolah, lebih merugikan lagi bila untuk dapat melanjutkan pelajaran menunggu basil eksperimen tersebut.
4)      Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
5)      Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
6)      Kesalahan dan kegagalan siswa yang tidak terdeteksi oleh guru dalam bereksperimen berakibat siswa keliru dalam mengambil kesimpulan
7)      Sering mengalami kesulitan dalam melaksanakan eksperimen karena guru dan siswa kurang berpengalaman melakukan eksperimen.
8)      Kesalahan dan kegagalan siswa yang tidak terdeteksi oleh guru dalam bereksperimen berakibat siswa keliru dalam mengambil keputusan.

Menurut Roestiyah (2001:81), kekurangan metode eksperimen adalah:
4)            Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan ekperimen.
5)            Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran.
6)            Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.


 E.     Cara Mengatasi Kelemahan Metode Pembelajaran Eksperimen
Ada beberapa cara untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari metode eksperimen:
1)            Hendaknya guru menerangkan sejelas-jelasnya tentang hasil yang ingin dicapai sehingga ia mengetahui pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab dengan eksperimen.
2)            Hendaknya guru membicarakan bersama-sama dengan siswa tentang langkah yang dianggap baik untuk memecahkan masalah dalam eksperimen, serta bahan-bahan yang diperlukan, variabel yang perlu dikontrol dan hal-hal yang perlu dicatat.
3)            Bila perlu, guru menolong siswa untuk memperoleh bahan-bahan yang diperlukan.
4)            Guru perlu merangsang agar setelah eksperimen berakhir, ia membanding-bandingkan hasilnya dengan eksperimen orang lain dan mendiskusikannya bila ada perbedaan-perbedaan atau kekeliruan (Sagala, 2005:221).
Agar penggunaan metode eksperimen itu efisien dan efektif, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1)                   Dalam eksperimen setiap siswa harus mengadakan percobaan, maka jumlah alat dan bahan atau materi percobaan harus cukup bagi tiap siswa.
2)                   Agar eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih.
3)                   dalam eksperimen siswa perlu teliti dan konsentrasi dalam mengamati proses percobaan , maka perlu adanya waktu yang cukup lama, sehingga mereka menemukan pembuktian kebenaran dari teori yang dipelajari itu.
4)                   Siswa dalam eksperimen adalah sedang belajar dan berlatih, maka perlu diberi petunjuk yang jelas, sebab mereka disamping memperoleh pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan, juga kematangan jiwa dan sikap perlu diperhitungkan oleh guru dalam memilih obyek eksperimen itu.
5)                   Tidak semua masalah bisa dieksperimenkan, seperti masalah mengenai kejiwaan, beberapa segi kehidupan social dan keyakinan manusia. Kemungkinan lain karena sangat terbatasnya suatu alat, sehingga masalah itu tidak bisa diadakan percobaan karena alatnya belum ada.
Bila siswa akan melaksanakan suatu eksperimen perlu memperhatikan prosedur sebagai berikut :
a.         Perlu dijelaskan kepada siswa tentang tujuan eksperimen, mereka harus memahami masalah yang akan dibuktikan melalui eksperimen.
b.         Kepada siswa perlu diterangkan pula tentang :
-            Alat-alat serta bahan-bahan yang akan digunakan dalam percobaan.
-            Agar tidak mengalami kegagalan siswa perlu mengetahui variabel-variabel yang harus dikontrol dengan ketat.
-            Urutan yang akan ditempuh sewaktu eksperimen berlangsung.
-            Seluruh proses atau hal-hal yang penting saja yang akan dicatat.
-            Perlu menetapkan bentuk catatan atau laporan berupa uraian, perhitungan, grafik, dan sebagainya.
c.         Selama eksperimen berlangsung, guru harus mengawasi pekerjaan siswa. Bila perlu member saran atau pertanyaan yang menunjang kesempurnaan jalannya eksperimen.
d.        Setelah eksperimen selesai guru harus mengumpulkan hasil penelitian siswa, mendiskusikan ke kelas; dan mengevaluasi dengan tes atau sekedar tanya jawab.
 F.     Karakteristik Metode Pembelajaran Eksperimen
Terdapat beberapa karakteristik mengajar dalam menggunakan metode ekperimen serta hubungannya dengan pengalaman belajar siswa, seperti yang dikemukakan oleh Winataputra (1998:20), yaitu:
a)         Ada alat bantu yang digunakan
b)        Siswa aktif melakukan percobaan
c)         Guru membimbing
d)        Tempat dikondisikan
e)         Ada pedoman untuk siswa
f)         Ada topik yang dieksperimenkan
g)        Ada temuan-temuan.
Pengalaman belajar siswa dari penggunaan metode eksperimen :
a)        Mengamati sesuatu hal
b)       Menguji hipotesis
c)        Menemukan hasip percobaan
d)       Membuat kesimpulan
e)        Membangkitkan rasa ingin tahu siswa, dan
f)        Menerapkan konsep informasi dari ekperimen
Dari karakterisitik tentang metode eksperimen dapat ditarik kesimpulan bahwa metode eksperimen dapat dikembangkan dan diterapkan dalam pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa, sikap ilmiah dapat muncul dalam pembelajaran melalui pengalaman melakukan eksperimen.  
                                     

BAB III
PENUTUP
    A.    Kesimpulan
1.      Metode pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru agar terjadi proses belajar pada diri siswa untuk mencapai tujuan. Tujuan proses pembelajaran adalah agar siswa dapat mencapai kompetensi seperti yang diharapkan. Untuk mencapai tujuan proses pembelajaran perlu dirancang secara sistematik dan sistemik.
2.      Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami untuk membuktikan sendiri suatu pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari, kemudian hasil pengamatan itu di sampaikan ke kelas dan dievaluasi oleh guru.
3.      Pembelajaran melalui eksperimen siswa menjadi lebih aktif, guru berusaha membimbing, melatih dan membiasakan siswa untuk terampil menggunakan alat, terampil merangkai percobaan dan mengambil kesimpulan yang merupakan tujuan pembelajaran. Dengan percobaan (eksperimen) melatih siswa untuk merekam semua data fakta yang diperoleh melalui hasil pengamatan dan bukan data opini hasil rekayasa pemikiran. Berdasarkan karakteristiknya, metode eksperimen paling cocok diterapkan bagi siswa SD pada pembelajaran IPA dalam meningkatkan sikap ilmiah.
    B.     Saran
1.      Kita sebagai calon guru hendaknya menggunakan berbagai model dan strategi pembelajaran yang bervariasi disesuaikan dengan mata pelajaran dan materi yang di sajikan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai seoptimal mungkin dalam kegiatan belajar mengajar.
2.      Agar dalam penggunaan metode eksperimen itu tidak gagal dan siswa menemukan bukti yang meyakinkan, atau mungkin hasilnya tidak membahayakan, maka kondisi alat dan mutu bahan percobaan yang digunakan harus baik dan bersih.
3.      Dalam menerapkan metode eksperimen hendaknya di lakukan bukan hanya untuk meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran, tetapi harus juga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

  
DAFTAR PUSTAKA
Abdillah.(2011).Metode Eksperimen. (online) . (http://gudangilmuabdi.blogspot. com/2011/03/metode-eksperimen.html, diakses 30 Maret 2013)
Djamarah, Bahri, Syaiful.(2000).Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif.Jakarta : PT Rineka Cipta
Muhammad,H,Dr,M.Si .(2011).Metode Penelitian Pendidikan.Bandung:Pustaka Setia
Ramacahyati.(2012). Strategi Pembelajaran Eksperimen. (http://ramacahyati8910. wordpress.com/2012/11/15/strategi-pembelajaran-eksperimen/, di akses 30 Maret 2013)
Roestiyah,N.K. (2008).Strategi Belajar Mengajar.Jakarta:Rineka Cipta
Triadi,Deki.(2012). Karakteristik Metode Eksperimen. (online) . (http:// blogdekitriadi.blogspot.com/2012/04/karakteristik-metode-eksperimen. html, diakses 19 April 2013)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar